Aplikasi untuk Penulis Pemula

aplikasi untuk penulis pemula
aplikasi untuk penulis pemula
Sebagai seorang penulis, kita perlu menjaga konsistensi karya. Cara yang pas saat ini ya dengan memanfaatkan aplikasi untuk penulis pemula di android. Cek aja.

Content Writer – Saya teringat sebuah postingan di Instagram yang mengatakan bahwa di masa depan profesi penulis menjadi salah satu bidang yang paling laku atau paling dicari.

Bahkan ditegaskan bahwa penulis dianggap profesi yang akan bertahan di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat.

Bisa jadi di masa depan akan banyak sekali aplikasi untuk penulis pemula yang didesain sebagai tempat menyalurkan kreatifitas dan karya.

Jika kita amati saat ini, banyak sekali media-media online yang sebagian besar kontennya berupa text.

Sedangkan semakin hari media cetak semakin berkurang, berbanding terbalik dengan pertumbuhan media online.

Padahal untuk jadi seorang penulis tuh enggak mudah. Butuh proses yang cukup panjang agar bisa menghasilkan karya tulis yang layak baca, layak jual, dan layak terbit.

Enggak bisa instant. Kalau kita sering ikut seminar-seminar kepenulisan, akan sering kita dengar bahwa untuk bisa menghasilkan tulisan yang baik, kita harus jadi pembaca yang baik.

Ini artinya semakin berkualitas aktivitas baca kita, semakin banyak bahan yang bisa kita tuangkan dalam bentuk tulisan.

Bahan yang saya maksud di sini adalah referensi sebagai dasar kita menuangkan ide dalam bentuk tulisan.

Bisa kita bandingkan antara hasil tulisan orang yang miskin referensi dengan orang yang gemar membaca, kualitasnya akan jauh berbeda.

Seorang pembaca yang baik, lebih bisa menghasilkan karya tulisan yang berisi. Begitu juga sebaliknya.

Nah, untuk menuju ke sana tentu kita akan memasuki sebuah tahap yang sering disebut dengan penulis pemula.

Baca Juga: 5 Komunitas (Pemula) yang Membesarkan Saya

Penulis Pemula

Anggaplah penulis pemula ini merupakan sekelompok orang yang belum menghasilkan karya atau sudah punya karya, tapi masih sedikit.

Dengan catatan dari sisi personalnya memang menganggap dirinya masih perlu banyak belajar dan membenahi keterampilannya dalam menulis.

Entah itu terkait penulisan yang sesuai EYD, dan juga kaitannya dengan penguasaan atas teknis kepenulisan karya tertentu.

Menurut saya, batasan antara penulis pemula dengan penulis yang bukan pemula atau apalah sebutannya, sepertinya masih sangat luas.

Beberapa orang melihatnya dari sisi jumlah karya, ada juga yang melihatnya dari sisi periode waktu lamanya berkecimpung di dunia literasi, ada juga yang membedakan mereka dari sisi jumlah follower media sosialnya.

Bagi saya pribadi sih lebih condong ke penilaian subjektif aja. Baik dari sisi si penulis sendiri dalam membranding dirinya, maupun dari sisi orang lain yang menilai si penulis memang layak menyandang sebutan penulis senior.

Kenyataanya memang banyak penulis yang memilih untuk lebih focus berkarya ketimbang gembar-gembor melambungkan namanya.

Baca juga: Inilah Solusi Bagi Penulis Pemula untuk Meningkatkan Kualitas Tulisan

Bedanya Antara Penulis Pemula dengan Penulis Senior

Mau enggak mau kadang kita harus berhadapan dengan pertanyaan, “apa sih bedanya antara penulis pemula dengan penulis senior atau yang sudah terkenal?”

Tentu saja kita akan membahasnya dari beberapa sudut pandang parameter sebagai argument atas jawaban kita.

Biasanya seseorang akan menggunakan beberapa parameter berikut untuk menunjukkan perbedaan antara penulis pemula dengan penulis senior.

Jumlah Karya

Jumlah karya adalah hal yang paling sering dijadikan acuan untuk menilai selevel apa seorang penulis.

Semakin banyak karya yang sudah dibuat, semakin matang nama si penulis menyandang level senior.

Apalagi jika lingkupnya adalah penulis buku, maka banyaknya buku yang sudah terbit bisa jadi acuan untuk menilai seseorang sebagai penulis pemula atau senior.

Apalagi jika banyak di antara buku-bukunya masuk kategori best seller. Semakin layaklah gelar penulis senior disematkan pada mereka.

Lalu bagaimana dengan penulis artikel? Sepertinya hampir sama. Semakin banyak artikel yang pernah ditulis, semakin senior namanya dikenal sebagai content writer expert.

Ketenaran Nama/ Pengakuan

Ciri lain dari penulis senior adalah namanya banyak dikenal. Baik di kalangan komunitas tertentu maupun global.

Minimal, nama itu dikenal dalam komunitas-komunitas penulis. Ya, karena di komunitas penulis mengenal nama-nama penulis dan karya tulisnya menjadi salah satu bentuk penghargaan atas si penulis tersebut.

Maka, jika dalam sebuah komunitas kok nama kita kurang dikenal, ya akui saja kalau saat ini kita mungkin masih termasuk penuis pemula.

Prestasi/ Penghargaan

Kadang jumlah karya saja belum cukup menjadi bukti kesenioran seseorang sebagai penulis. Bisa jadi butuh prestasi atau penghargaan sebagai bukti kualitas mereka sebagai penulis.

Minimal ya, pengakuanlah. Pengakuan mengenai kualitas karya yang pernah ditulis dari beberapa orang yang kompeten di bidang literasi.

Semakin banyak bukti penghargaan dan prestasi, bisa jadi penguat penyematan predikat sebagai penulis senior.

Oh iya, penghargaan ini bukan hanya sebatas menang lomba atau kompetisi ya?

Pencapaian tertentu seperti: karyanya masuk di daftar best seller, dan lain sebagainya bisa juga jadi acuan.

Karena ada banyak penulis senior yang mengukur prestasi mereka enggak dari menang lomba atau kompetisi.

Bisa jadi kompetisi mereka adalah meraih impian yang sejak awal sudah mereka tetapkan sebagai tolok ukur di bidang kepenulisan.

Baca juga: Menjadi Penulis Karena Hidup yang Membosankan

Nah, bagaimana dengan kita sekarang?

Ilmu dan Keterampilan Menulis

Jelas enggak diragukan lagi ya? Penulis senior tentu memiliki keilmuan dan keterampilan yang lebih baik dan lebih luas disbanding penulis pemula.

Entah keilmuan mengenai tata Bahasa, teknis penulisan, tentang penerbitan, hingga pada pemaknaan terhadap profesi menulis.

Biasanya ketika kita berbicara dengan penulis senior, akan terasa banget keluasan wawasan mereka.

Kita bisa merasakan penguasaan mereka atas karya-karya yang sudah mereka hasilkan, perkembangan dunia literasi, dan bagaimana sudut pandang mereka mengenai sikap hidup.

Hal yang paling terassa adalah banyaknya ilmu yang bisa kita dapatkan ketika berdiskusi dengan penulis-penulis senior.

Karena setiap opini, pernyataan, dan hal-hal yang mereka katakan biasanya bersumber dari referensi bacaan mereka.

Kalau kita merasa enggak mendapatkan sesuatu dari obrolan bersama penulis, ada dua kemungkinan.

Pertama, karena si penulis tersebut adalah penulis pemula yang minim referensi, atau;

Kedua, diri kita sendiri yang kurang peka menangkap makna dari obrolan atau diskusi dengan mereka.

So, siapa yang penulis pemula, kita atau mereka?

Saya yakin masih ada parameter lain yang bisa kita jadikan acuan untuk membedakan antara penulis pemula dengan penulis senior.

Seperti yang ditulis di situs penerbitdeepublish.com mengulas bahwa ada beberapa hal yang membedakan antara penulis pemula dan professional dalam menulis buku.

Di laman situs tersebut dituliskan bahwa, cara berpikir, arah pembahasan, pemahaman sudut pandang, dan isi tulisan menjadi faktor-faktor yang dapat digunakan untuk melihat apakah seseorang termasuk penulis pemula atau professional.

Jika dipikir-pikir sepertinya masih panjang banget jalan seorang penulis pemula untuk menjadi professional.

Butuh banyakin karya, prestasi dan penghargaan, mengembangkan ilmu dan mengasah keterampilan, hingga namanya dikenal atau popular.

Nah, selama perjalanan menuju predikat penulis professional ini apa yang harus dilakukan penulis pemula?

Menurut saya sih terus menulis. Enggak terbatas pada kegiatan menulis buku, di media cetak, atau media online.

Menulis di mana saja sejauh kita bisa menikmatinya. Meskipun hanya sebatas menulis caption di media sosial, ya.

Penulis tuh enggak jauh beda sama atlet. Semakin sering berlatih, semakin bertambah kemampuan otot untuk mencetak rekor-rekor baru.

Maka dari itu seorang penulis pemula butuh media untuk menjaga konsistensinya dalam menulis.

Di era digital seperti ini, apalagi kalau bukan aplikasi yang ada di gadget kita?

Aplikasi untuk Penulis Pemula di Android

Setidaknya saya telah menyusun beberapa daftar aplikasi yang perlu dimanfaatkan penulis pemula untuk menjaga konsistensinya dalam berkarya.

Kita sangat diuntungkan dengan berkembangnya teknologi, meskipun di sisi lain perkembangan teknologi telah menggerus media cetak.

Enggak seharusnya penulis menyerah, justru ini kesempatan untuk bersinergi dengan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya tulis yang lebih baik.

Nah, jika saat ini kita merasa sebagai penulis pemula, ada baiknya memanfaatkan aplikasi berikut ini untuk menjaga konsistensi dalam berkarya.

Baca juga: Akal-akalan Penulis Kurang Modal

Aplikasi-aplikais ini tersedia di android dan bisa kita download secara gratis.

Aplikasi WPS Office

Biasanya aplikasi WPS Office ini menjadi salah satu aplikasi bawaan di android yang fungsinya untuk mengakses dokumen berupa file text.

Sebagai penulis pemula kita bisa memanfaatkan aplikasi WPS Office untuk mencatat setiap ide-ide yang datang.

aplikasi untuk penulis pemula

Bukan hanya itu, kita juga bisa mengetik naskah panjang menggunakan aplikasi WPS Office. Bahkan sampai saat ini saya masih memanfaatkan WPS Office untuk menulis draft artikel di smartphone.

Setelah draft itu selesai, biasanya saya akan melakukan self editing menggunakan laptop.

Sebenarnya bisa juga self editing menggunakan aplikasi WPS Office di smartphone, tapi kadang kita butuh layar yang lebi luas agar enggak ada typo yang terlewat.

Saat ini fitur aplikasi WPS Office semakin menarik, karena di sana bisa menjadi media kita mempublis tulisan-tulisan.

Bisa dalam bentuk cerita berseri, cerpen, atau artikel ilmiah yang menarik.

Ketika kita memiliki akun di aplikasi WPS Office, maka kita bisa memanfaatkan fitur ini.

Bayangkan saja jika ada sekian juta orang yang memanfaatkan aplikasi WPS Office ini, maka potensi pembaca tulisan yang kita publish di WPS Office pun ada jutaan.

Menarik sekali bukan?

Aplikasi KBBI IV

Sebagai penulis pemula tentu kita perlu sebuah referensi yang bisa kita pakai sebagai rujukan untuk memastikan bahwa kata-kata yang kita tulis sudah sesaui ejaan Bahasa Indonesia.

Selama tulisan kita masih belum bersih dari typo, maka jangan salahkan orang lain yang masih menganggap kita sebagai penulis pemula.

aplikasi untuk penulis pemula

Kita akan dianggap penulis yang enggak paham ejaan ketika enggak tahu mana typo dan mana tulisan yang sesuai ejaan.

Kecuali pada karya tulis yang menggunakan Bahasa gaul ya? Meski kelihatannya typo semua, tapi sejak awal ditulis biasanya penulis sudah memiliki konsep terkait apa yang mereka tulis.

Bukan berarti mereka tak paham ejaan Bahasa Indonesia, ya? Tapi memang karya tulis tersebut sengaja dibuat dengan gaya Bahasa gaul yang kalau ditulis dengan ejaan yang benar bisa jadi akan merusak karya tulis tersebut.

Jadi, kita perlu menginstall KBBI IV ini sebagai alat bantu ketika melakukan self editing untuk memastikan typo enggaknya kata-kata dalam tulisan.

Aplikasi Perpusnas

Aplikasi perpusnas ini berkaitan dengan kebutuhan seorang penulis akan referensi bacaan sebagai bahan dalam menulis.

Seorang penulis pemula harus punya banyak referensi bacaan untuk memperkaya wawasan.

aplikasi untuk penulis pemula

Sehingga pembahasan yang dituangkan dalam tulisan bisa lebih berbobot dan memberikan data-data yang akurat.

Ada beberapa penulis yang lebih suka membaca buku cetak, tapi ada juga beberapa penulis yang lebih nyaman membaca buku elektronik.

Nah, aplikasi Perpusnas ini lebih pas bagi mereka yang suka membaca buku elektronik.

Aplikasi Google Chrome

Aplikasi Google Chrome juga menjadi salah satu aplikasi bawaan dari smartphone yang kita beli.

Biasanya secara otomatis sudah terinstall di Hp. Jika belum ada, kita bisa unduh dan install gratis dari Playstore.

Baca Juga: 4 Cara Gila Meningkatkan Traffic Website

Sampai saat ini aplikasi Google Chrome masih menjadi idola untuk berselancar mencari informasi apa pun di internet.

aplikasi untuk penulis pemula

Hal ini karena memang Google memiliki databased informasi yang sangat banyak.

Hingga muncul julukan “Mbah Google” yang identic dengan seorang paranormal yang dianggap serba tahu dan mampu menjawab kebutuhan informasi para pengguna internet.

Enggak ada salahnya bagi penulis pemula untuk memanfaatkan aplikasi Google Chrome untuk berselancar guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Aplikasi Google Play Book

Kenapa penulis pemula perlu install aplikasi Google Play Book di smartphone-nya?

Bagi saya, Google Play Book ini bisa jadi salah satu tempat riset untuk mencari tahu buku apa saja yang sedang laris atau sekilas mencari tahu pembahasan umum dari buku-buku setema dengan yang hendak kita tulis.

Dari riset ini kita bisa merumuskan dan mematangkan kosep karya yang hendak kita tulis.

aplikasi untuk penulis pemula

Baik dari segi komposisi outline, kelebihan dan kekurangan buku pesaing, atau untuk menentukan selling point dari karya buku yang hendak kita tulis.

Selain itu tetu saja kita juga bisa membeli buku elektronik di aplikasi Google Play Book untuk menambah referensi bacaan yang kita butuhkan.

Penulis pemula perlu melakukan riset ini jika ingin konsep karya yang akan ditulis benar-benar matang dan memang sesuai dengan target pembaca.

Aplikasi Blogger

Aplikasi Blogger ini menjadi salah satu media menulis yang patut dimanfaatkan oleh para penulis pemula.

Kita bisa jadikan media blog sebagai tempat mempublikasikan tulisan-tulisan kita dan mencari tahu respon para pembaca.

Jangan anggap memposting tulisan di blog itu mudah, berdasarkan pengalaman saya menekuni dunia blogging, ada lho orang yang enggak pede mempublish tulisan mereks di blog.

aplikasi untuk penulis pemula

Rata-rata merasa agak malu dan agak takut mendengar penilaian negative para pembaca atas tulisan yang mereka publish di blog.

Kenapa saya bilang enggak mudah, karena mempublish tulisan di blog itu butuh keberanian.

Kalau sebagai penulis pemula saja enggak berani menunjukkan karyanya untuk dibaca, bagaimana dia bisa bertumbuh menjadi penulis professional?

So, kalahkan dulu rasa malu dan belajarlah memperbaiki kualitas diri dengan mulai mendengar masukan dari orang lain.

Aplikasi WordPress

Aplikasi wordpress ini hampir sama fungsinya dengan aplikasi Blogger, sebagai media mem-publish tulisan di blog.

Hanya berbeda platform saja. Kita bisa pilih salah satu antara menggunakan platform Blogger atau WordPress.

aplikasi untuk penulis pemula

Keduanya sama-sama baik ketika kita memang bisa memanfaatkan aplikasi tersebut dengan baik.

Baca juga: Pokoknya WordPress Aja Deh!

Kenapa saya arahkan ke media Blog? Karena media blog ini bisa menampung tulisan dalam format text lebih panjang disbanding caption media sosial.

Bahkan beberapa pengalaman menunjukkan tulisan-tulisan dari blog ini nantinya bisa dikumpulkan dan disatukan kemudian diterbitkan dalam bentuk buku.

Aturan penulisan di blog juga cenderung lebih fleksibel dibandingkan dengan aturan dari penerbit.

Jadi kita bisa lebih leluasa menargetkan hendak memposting berapa tulisan perharinya.

Pokoknya blog ini rekomended banget buat penulis pemula sebagai tempat latihan menulis.

Aplikasi Wattpad

Bagi seorang penulis pemula yang pengin coba menulis novel, bisa coba aplikasi Wattpad.

Meskipun saat ini sebenarnya Wattpad bukan hanya sebagai wadah penulis novel saja, tapi sebagian besar karya yang dipublish di sana rata-rata berupa cerita bersambung.

aplikasi untuk penulis pemula

Ada juga sih yang berupa cerpen, atau tulisan nonfiksi.

Ketika jumlah view tulisan kita di Wattpad sudah banyak dan follower kita pun banyak, biasanya ada penerbit yang menawarkan kontrak penerbitan.

So, enggak ada salahnya penulis pemula coba memanfaatkan aplikasi Wattpad sebagai tempat mem-publish karya.

Baca Juga: Mau Sampai Kapan Jadi Karyawan?

Aplikasi Media Sosial

Aplikasi lainnya yang wajig dimanfaatkan oleh penulis pemula adalah aplikasi media sosial.

Minimal memiliki akun Facebook, Instagram, Twitter, dan aplikasi media sosial lainnya.

Aplikasi media sosial ini kita manfaatkan untuk menjalin pertemanan sebanyak-banyaknya dan membangun branding sebagai penulis.

aplikasi untuk penulis pemula

Ini penting, karena seorang penulis saat ini tugasnya enggak hanya sebatas menulis dan menerbitkan karya saja.

Melainkan juga mengawal karyanya hingga sampai ke tangan pembaca.

Artinya penulis juga memiliki tugas memasarkan karyanya, kecuali jika memang enggak peduli dengan karyanya.

Bukankah pihak penerbit akan sangat senang jika karya kita laku terjual banyak?

Jika kita sebagai penulis pemula mampu menjaga penjualan yang baik, maka ke depan enggak menutup kemungkinan akan datang tawaran kerjasama penerbitan atas karya-karya kita.

Nah, itulah beberapa aplikasi untuk penulis pemula di android yang perlu dimanfaatkan. Sebenarnya masih banyak aplikasi lainnya, hanya saja kita tetap punya pilihan hendak mengguanakn aplikasi yang mana.

Minimal, sebagai penulis pemula kita bisa tetap menjaga konsistensi dalam berkarya. Bisa tetap terus menulis dan mengasah keterampilan serta wawasan.

Dengan begitu, kita bisa segera naik level menjadi penulis professional. Dengan kata lain kita bertumbuh menjadi penulis senior ternama yang karyanya akan terus dikenang sepanjang masa. [SNs]

17 comments
  1. Banyak yaa aplikasinya. Aku dah ada WPS Office, kadang di Google Doc juga nulisnya. Siiip…mulai nulis…

    1. Iya, kak. Sebenarnya masih banyak, beberapa yang lagi trend saat in seperti kwikku, storial, dll. Kalau saya pribadi cenderung fokus menulis di blog sendiri dan menulis di web orang kalau ada job. hehe.

  2. Halo mas seno… pernah ketemu ya kitaaa, hehehe. skrng malah ketemu lagi di grup blogwalking…
    Wah, kalo aku penulis pemula atau penulis senior ya?
    Dibilang pemula, tapi aku dah nulis belasan tahun, karya juga banyak.
    Dibilang senior, tapi nggak terkenal, nggak punya prestasi, wqwq… gimana dong aku bingung, jadi penulis tanggung ajah aku, hahaha

  3. Kemarin baru coba daftar di wattpad, nulis beberapa cerita pendek tapi mandeg akhirnya belum lanjut lagi karena PJJ sudah berlangsung.

  4. wah, bermanfaat nih buat pemula kaya saya. hehe. Beberapa aplikasi saya pasang di android, ada juga yang tidak, sesuai kebutuhan aja. Kaya KBBI saya lilih akses dari chrome, WPS juga nggak karena ada bawaan Ms Office di HP. Satu lagi, saya juga pasang Ipusnas. Sayangnya jarang aktif, payahnya saya , hihi

  5. Wahhh… makasih, mas, atas referensinya. Saya butuh semua ini. Walau udah lama ngeblog tapi saya selalu masih merasa yunior koq, hehehe.. Lalu 2-3 tahun ini mulai merintis menulis buku juga meskipun masih antologi (belum pede bikin buku sendiri). Jadi, aplikasi-aplikasi yang mas Seno referensikan ini insyaallah sangat berguna untuk saya.

  6. Penulis pemula juga nih akuuu.
    Alhamdulillah sempat menulis satu buku untuk kepuasan diri. Pengin nulis lagi, tapi godaan untuk nulis di blog lebih besar dibanding nulis buku hehehe

  7. Yes bener Mas Seno, penulis itu harus paham PUEBI agar karyanya bisa dipahami semua orang ya,. Saya juga mengunduh aplikasi KBBI V sebagai referensi kalau kurang yakin dengan satu kata, langsung deh ceki-ceki di aplikasi. Semangat berkarya terus, Mas!

  8. Wah, sebagai pemula saya jadi tercerahkan. Soalnya saya masih sering typo dan bingung ni katanya baku ga sih, atau susah dapat referensi yang bagus… Tq ya🙏

  9. Banyak banget aplikasi yg bisa dipakai. Kalau aku pribadi masih jarang nulis di android, palingan nge-draft aja. Jadi masih ngandalin laptop. Next boleh dicoba nih, biar makin produktif menulis di mana saja.

  10. Aplikasi pendukung untuk menulis yg perlu dimiliki agar penulis pemula lebih semangat menulis. Dan menulis lebih profesional

  11. Rata-rata sudah punya semua aplikasinya kecuali Google play books xixixi itu berbayar nggak mas? Lalu kalau kita pengen berlangganan baca ada biaya? Karena setau saya kalau aplikasi gramedia itu ada buku yg berbayar.

Leave a Reply

You May Also Like
Read More

Lockdown

Lockdown sebenarnya lebih ekstrim, makanya pemerintah lebih memilih kebijakan "Sosial Distancing" dalam mengurangi penyebaran covid-19.

Menilai Kinerja Manajer

Sumber gambar: manajemen-sdm.com Menilai Kinerja Manajer – Ada beberapa cara menilai kinerja manajer yang bisa digunakan pada suatu instansi.…