Filosofi Kelapa Muda

Sumber Gambar: majalahsehat.com

FILOSOFI KELAPA MUDA – Kalau boleh diibaratkan, calon istri tuh ibarat kelapa muda yang masih malu-malu menggantung di pohon. Menggoda diantara gerombolan kelapa lainnya. Syahdu diantara kembang manggar yang merekah indah. Duh… Betapa aduhai, Gaes.
Kalau kita pria baik-baik, untuk memetiknya tentu kita panjat pohon kelapa mulai dari pangkalnya. Menata hati dan tenaga untuk meraihnya. Mengenali tinggi pohon, diameter, dan titik pijakan di batang pohon. Setelah mantap, bismillah mulai memanjatnya.
Kalau kita pria tak paham aturan, maka cukup dengan bermodal senapan. Bidik bagian bawah kelapa muda, maka air kelapa akan mengucur dari lubang bekas peluru senapan. Dari situ dengan mudah kita tahu bagaimana manisnya rasa kelapa muda tanpa susah payah memanjat pohonnya.
Jika calon istri kita ibaratkan sebagai kelapa muda, maka batang pohon kelapa adalah kedua orang tuanya. Gerombolan kelapa lainnya adalah sanak saudaranya, dan kembang manggar adalah latar belakang keluarga dan akhlak keseharian mereka.
Pada akhirnya kita pun akan mendapatkannya, hanya berbeda caranya. Mau jadi pria baik atau pria yang tak paham aturan, pilihannya di tangan kita.
#menyulamkeluarga

Leave a Reply

You May Also Like
Read More

Tepi Jurang NTT

Ketakutan pasti ada, tapi keyakinan bisa disulut kapan saja untuk meredamnya. Terutama jika kita memiliki tekat dan niatan yang baik atas misi perjalanan kita.