Kuliah di Universitas Kehidupan

Saya percaya bahwa kesempatan terbaik enggak akan datang dua kali, maka manfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin.
Bakul Dawet

Saya mau coba awali tulisan ini dengan sedikit cerita. Bermula dari bulan Januari kemaren, seorang teman menghubungi saya.

Dia minta bantuan untuk editing video iklan tentang usaha yang akan dia rintis. Karena kami sudah kenal lama, ya saya pun enggak keberatan.

Kurang lebih dua minggu kemudian setelah itu, dia ngajak saya untuk ikut membantunya mengembangkan usaha.

Tentu karena dia tahu bahwa saya punya kemampuan yang dia butuhkan, terutama kaitannya dengan digital marketing.

Saya pun dengan senang membantunya. Bahkan ketika dia nanya, “Berapa gaji yang jenengan minta?” Saya pun rada berat menjawabnya.

Ya, karena saya paham usaha ini baru dirintis dan saya paling bisa bantu sebatas kerja partimer aja. Saya punya amanah kerjaan lain yang saat itu enggak mungkin ditinggalkan.

Akhirnya kami sepakat, saya bantu dia handel kerjaan digital marketing untuk usaha yang dia rintis. Bikin konten, ngelola Instagram, fanspage Facebook, ngelola YouTube, dan kerjaan lainnya.

Saat itu sih saya mikir sekadar bantu dan sekalian refreshing aja. Toh enggak jauh dari passion yang sedang saya geluti.

Setelah berjalan beberapa hari, teman saya itu menyadari bahwa untuk menjalankan usahanya dia butuh tim. Karena memang terlalu berat jika dihandel sendirian.

Maka waktu itu kami memiliki tim, terdiri dari Manajer Wilayah (teman saya itu), saya sebagai digital marketing, dan 3 orang lainnya sebagai R&D, bagian operasional, dan bagian administrasi keuangan.

Tim ini bekerja sejak jauh-jauh hari sebelum produk itu diluncurkan. Kami membuat sistem kerja, promosi pra peluncuran, persiapan operasional saat launching dan setelahnya, dan lain sebagainya.

Ketika hari H launching, saya sengaja mengatur jadwal kerja saya agar bisa libur dan membantu proses launching.

Saya sudah menyiapkan release media koran, kontak wartawan media lokal untuk publikasi, dan sedemikian rupa kami rencanakan acara launching sebaik mungkin.

Sungguh di luar dugaan, acara launching itu tak berjalan sesuai rencana. Hari itu hujan, teman saya kalang kabut mengatur operasional distribusi produk, dan tim yang lain pun semaksimal mungkin membantu sesuai kemampuan.

Saya waktu itu yang sudah terlanjur mengundang wartawan media lokal, otomatis harus ubah rencana ke plan B.

Untungnya wartawan berhalangan datang karena hujan. Sehingga saya cukup kirim press release dan dilampirkan foto peluncuran produk.

Ya sudah, kami pasang backdrop, lalu saya meminta teman saya untuk berfoto di depan backdrop bareng salah satu tim dari manajemen pusat.

Saya ambil foto simbolis lalu mengirim foto tersebut sebagai lampiran press release yang saya kirim. Keesokan hari press release itu tayang di media online dan koran lokal.

Badai pertama itu datang di hari launching produk kami, Dawet Inyong Ustadz Raden. Tentu kami harus berusaha menghadapi badai itu dan menguatkan diri untuk melawan badai-badai berikutnya.

Benar, badai itu pun silih berganti menerjang kami. Hingga membuat teman-teman di manajemen wilayah tumbang dan mengundurkan diri.

Bukan dalam arti menyerah, hanya ingin rehat dan mencoba cari jalan lain untuk ditekuni. Sedangkan saya, hingga saat ini masih bertahan menjalankan nahkoda bisnis Dawet Inyong di Jogja.

Saya tahu, ini bukan pilihan yang mudah. Bahkan saya sempat berdiskusi panjang dengan istri saya, meminta doa ibu saya, dan mendengar opini dari sahabat-sahabat saya.

Akhirnya, bismillah saya memilih bertahan berjuang meneruskan usaha yang sudah kami rintis dengan susah payah di Jogja.

Jujur motivasi saya bukan uang, melainkan kesempatan belajar di Universitas Kehidupan yang mungkin enggak akan datang dua kali.

Saya paham visi owner Dawet Inyong seperti apa, skema bisnis yang sedang dibangun seperti apa. Dan, saya merasa terpanggil untuk turut dalam gerbong itu.

Sebuah gerbong yang berusaha membumikan konsep Islamic Human Developmen Al Muyassar.

Ini hal baru bagi saya, dan saya siap belajar.

Semoga kita semua selalu dimudahkan dalam segala urusan dan dijauhkan dari hal-hal yang mendatangkan kebencian.

So, mata kuliah apa yang akan kita bedah di artikel berikutnya? Tungguin ya?[SNs]

Leave a Reply

You May Also Like
Read More

Bikin Film Pendek

Pada suatu ketika, adik ipar saya kirim pesan WA. “Mas, ono festival film pendek. Melu, yo?” (Mas, ada…

Tragedi Over Bagasi

Tragedi Over Bagasi – Adzan magrib berkumandang, ketika kami dalam perjalanan menuju bandara. “Nih, batalin puasa dulu.” Salah…