Peluang Penulis Pemula

peluang penulis pemula
peluang penulis pemula, sumber: pixabay
Sependek pengamatan saya, sepertinya peluang penulis pemula untuk menembus penerbit sepertinya semakin berat.

Content Writer – “Setiap orang akan sampai pada masanya, dan setiap masa akan ada orangnya.” Ungkapan ini pernah saya dengar dari atasan saya, dan beliau entah mendapatkan ungkapan itu dari mana.

Jika di pikir-pikir ungkapan itu ada benarnya juga. Orang-orang yang saat ini mencapai puncak kesuksesan, dulunya pernah merasakan keterpurukan.

Ada juga beberapa orang yang saat ini berada pada masa sulit yang ternyata sebelumnya pernah berada di puncak kesuksesan. Begitu juga dengan nasib para penulis pemula.

Banyak penulis pemula yang berangkat dari keinginan untuk merasakan sukses yang dirasakan oleh penulis idolanya. Awalnya hanya sebatas menikmati buku karya penulis idolanya.

Perlahan mulai kagum dengan ketenarannya, hingga ingin menjadikannya role model atas sebuah kesuksesan.

Maka si penulis pemula kemudian mencoba berbagai cara, termasuk menelurkan naskah buku dan mencoba peruntungan menembus penerbit ternama.

Namun, apakah semua penulis pemula yang mencoba peruntungannya selalu berhasil? Kenyataannya butuh waktu yang cukup lama.

Tentu tergantung dari kualitas naskah karyanya yang ditawarkan kepada penerbit. Karena kenyataannya sebagian besar buku yang best seller adalah karangan penulis-penulis ternama.

peluang penulis pemula
peluang penulis pemula, sumber: pixabay

Hingga kesannya ada benteng yang begitu tinggi bagi penulis pemula untuk menandingi ketenaran penulis ternama.

Kondisi seperti ini tidak serta merta bisa diartikan bahwa penerbit tidak bakalan mau menerbitkan buku dari penulis pemula.

Karena ada unsur bisnis yang memaksa penerbit berpikir kreatif untuk tetap menimbang keuntungan dari penjualan buku.

Salah satunya dengan berkiblat pada selera pembaca dan permintaan pasar. Jika penerbit ingin terus hidup, tentunya tidak bisa hanya menggantungkan pada penjualan buku karya penulis ternama saja.

Baca juga: Aplikasi Untuk Penulis Pemula

Apa syaratnya agar naskah penulis pemula bisa memikat penerbit?

Jawabannya ada pada status facebook Mas Dwi Suwiknyo yang di posting beberapa tahun yang lalu. Berikut status yang di tulis di beranda beliau:

Siapa bilang penerbit tidak melirik karya penulis pemula?
Faktanya begini, pasar buku atau novel sering kali jenuh oleh tema yang itu-itu saja. Lalu ganti tema, misal dari religi, ke humor, ke romace, seperti itu terus berputar. Ganti-ganti, biar tidak jenuh. Itu pertama.
Kedua, begitu juga dengan penulis senior yang menyetor naskah dengan pola sama, begitu-begitu saja, bisa bahaya buat penerbit. Butuh sesuatu yang segar, dan harapannya penulis pemula bisa memberikan kesegaran itu. Tampil beda, dan fresh.
Coba lihat karya lintas generasi. Karya khas Eka Kurniawan misalnya yang tiba-tiba mendobrak dengan karyanya yang sedikit vulgar. Sebab kebanyakan karya penulis lain yang sudah terbit duluan masih di jalur santun dan sopan.
Maka buat penulis pemula--seperti saya ini--ya memang harus membaca karya terdahulu, tetapi sebagai bacaan bukan sekadar meramaikan dengan cara penulisan yang sama. Kecuali naskah tersebut memang dipesan oleh penerbit, semacam sudah ada kesepakatan tertentu (seperti tema, judul, outline) dengan redaksi.  
Seperti apa karya yang fresh dan beda itu? Nah, itulah PR penulis, daya kreatif masing-masing yang bisa menjawabnya. Tentu saja nantinya akan diselaraskan dengan kreativitas redaksi. Ingat ya, kreativitas, bukan sekadar produktivitas.
Lalu, apakah kamu--termasuk saya juga tentunya--termasuk di dalam orang-orang yang kreatif?
#MasaDepanPenulis
(Dwi Suwiknyo, 2016)

Apa yang bisa kawan-kawan tangkap dari status facebook beliau?

Baca juga: 5 Komunitas Penulis (Pemula) yang Membesarkan Saya

Iya, orang-orang seperti kita, yang punya mimpi jadi ingin penulis, yang mungkin saat ini belum pernah terbit karyanya sekalipun punya kesempatan dan peluang yang sama.

Syaratnya hanya KREATIF, mampu menyajikan karya yang fresh. Semoga kita bisa memanfaatkan peluang penulis pemula dengan baik.

Salam kreatif.

Leave a Reply

You May Also Like
Read More

Lockdown

Lockdown sebenarnya lebih ekstrim, makanya pemerintah lebih memilih kebijakan "Sosial Distancing" dalam mengurangi penyebaran covid-19.