Profesi Pilihan

Kadang ada rasa pengin resign aja biar bebas ke mana-mana menikmati waktu. Namun, bagaimana pun juga kita memiliki tanggung jawab atas profesi pilihan kita.
Content Writer  – Sudah lama banget saya pengin pulang ke Banyuwangi, tapi karena sesuatu hal sering gagal. Seringnya sih karena urusan pekerjaan, atau kendala finansial.
Maklum, selama ini belum bisa lepas total dari kerjaan sebagai karyawan. Jadi, mau enggak mau harus cari waktu yang pas kalau mau pergi-pergi dalam waktu yang agak lama.
Kadang ada rasa pengin resign aja biar bebas ke mana-mana menikmati waktu. Biar bisa ketemu Ibu di Banyuwangi setiap saat, atau ngerjain artikel tanpa harus berbagi waktu dengan lembur kerjaan kantor.
Kayaknya enak ngelihat teman-teman yang kerjanya enggak terikat kek gitu. Mereka punya banyak waktu bersama keluarga dan bisa menentukan jam kerja seenak mereka sendiri.
Tetapi apa benar mereka juga merasakan hal itu? Benarkah mereka nyaman hidup tanpa ada jaminan gaji bulanan?
Ini agak abu-abu menurutku. Beberapa teman menilai, lebih enak punya kerjaan tetap yang sudah jelas tiap bulan dapat gaji, daripada freelance yang belum tentu tiap bulan dapat gaji.
Bagaimanapun juga, profesi adalah pilihan, bukan paksaan. Mau kerja kantoran, atau freelance, nikmati aja.
Meskipun kadang yang kita kerjakan belum sesuai dengan basic pendidikan kita. Toh banyak juga kok orang yang sukses di bidang yang berbeda dengan basic pendidikan mereka.
Bahkan ada pula yang sukses meskipun tamatan SMA atau SMP. Karena kesuksesan memang enggak semata diukur dari jenjang pendidikan kita.
Tergantung bagaimana usaha kita dalam menyikapi kehidupan. Termasuk menyikapi setiap pekerjaan yang menjadi profesi pilihan kita.
Itu pula yang menjadi dasar saya menikmati setiap pekerjaan di kantor. Saya tamatan Sarjana Keperawatan Ners, tapi kerjaan saya lebih banyak di depan laptop. Bahkan sejak 2014 saya sudah jarang di pelayanan pasien.
Iya, sejak 2014 saya kerja sebagai auditor internal di sebuah rumah sakit swasta di Jogja. Dan, di awal tahun 2020 ini saya mendapat tambahan tugas sebagai tim Humas dan Promosi Kesehatan.
Saya menikmati tugas saya, karena saya merasa ini profesi yang lebih dekat dengan passion saya. Jadi, seperti air yang mengalir.
Membuat desain grafis, liputan kegiatan, editing video, menulis konten artikel, mengelola website dan media sosial, dan mencoba menerapkan konsep digital marketing. Hal-hal seperti ini biasanya saya jalani di luar kantor sebagai freelancer, tapi sekarang menjadi rutinitas saya di dalam dan di luar kantor.
So, jalani aja dengan senang hati.

Leave a Reply

You May Also Like
Read More

Lockdown

Lockdown sebenarnya lebih ekstrim, makanya pemerintah lebih memilih kebijakan "Sosial Distancing" dalam mengurangi penyebaran covid-19.